selamat datang

Selamat datang, betapa indahnya hidup berbagi ilmu dan kebahagiaan

My Profile



Lahir di sebuah desa kecil ujung jawa tengah sudah mendekati jawa barat,sebuah desa yang indah, sejuk, asri dan ramah tamah penduduknya, Desa Salebu Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap pada 3 September 1983 (9 Maret 1983 salah pencatatan akte) dari Ibunda tercinta Mahiroh dan Bapak Karso bin Sastrowirdjo.

Pada tahun 1990, mulailah mengenyang pendidikan tingkat Sekolah Dasar di Madrasah Ibtida'iyah Maarif Salebu II waktu itu dikepalai oleh Bapak Sahirin salah seorang Kyi di desa tersebut. Kenangan paling berkesan sewaktu di Madrasah yaitu alhamdulillah mendapatkan peringkat 1 dari kelas 2 sampai kelas 6. Pada kelas 1 tidak mendapat kan peringkat, hal ini mungkin disebabkan tidak mengenyang bangku (TK) maklum ketidak adaan dana untuk TK.  Pernah mengikuti lomba puisi/deklamasi dikecamatan majenang, waktu itu judulnya Kerawang Bekasi (karya Chairil Anwar) dan Pahlawan Tak Dikenal (karya Toto Sudarto Bachtiar).

Tahun 1996, masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP N 2 Majenang) dikelas 1C dengan kepala sekolah Ir, Dahlan. Kesan di sekolah ini pada kelas 1 tidak mendapatkan peringkat akan tetapi setelah kelas 2 mulai dapat bersaing dengan teman-teman dari kota (maklum dari desa) mendapatkan peringkat 1/2 dan diakhir ujian kelas 3 alhamdulillah mendapatkan peringkat 1 paralel SLTP N 2 Majenang tahun 1999.Kesan lain waktu itu Listrik dikampung kami sudah masuk akan tetapi keluarga belum dapat memasang karena tidak adanya biaya untuk pasang instalasi, dengan tidak mengurangi rasa semangat atas dorongan keluarga dan guru-guru, tetap belajar menggunakan lampu minyak sehingga ketika berangkat sekolah tak terasa jelaga masih menempel di hidung ataupun jidat. Tidak jarang pula untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan jajan sehabis olahraga, mencari uang dengan cara menjual daun pisang ke pedangan tempe untuk bungkus dan kadang ikut memetik padi disawah orang (mbawon) saat musim panen tiba ataupun mencari selesah daun cengkeh untuk di jual ke penyulingan.

Ditengah-tengah krisis moneter Indonesia 1998/1999 kalurga terkena imbas dan hampir saja tidak dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas. Maklum bapak bekerja sebagai tukang batu (penghasilan 7.500/hr sedangkan harga beras waktu itu akibat krisis moneter 3.500 sehingga dikrus hanya 2 kg beras itupun kalo ada kerjaan) dan ibu tidak bekerja. Bapak sudah menyarankan agar sebaiknya tidak usah masuk SMA takut biayanya tidak ada, nanti makan adik-adiknya gimana. Tapi waktu itu ibu masih memberikan semangat yang luar biasa sehingga diam-diam mendaftar di SMA N 1 Majenang, beberapa kata ibu yang terucap dan tak akan mungkin terlupakan Tetep Sekolah Disistu ada Jalan Kebaikan dan Perubahan.

Selama menempuh SMA, berjualan tempe setiap pagi keliling dusun mengantar ke warung-warung langganan. seusai solat subuh teririring cerahnya sinar mentari pagi hari dan kicau burung mengafirmatifkan hati dan langkah ayunanan sepeda Jenky Ponex biru. Mahalnya biaya pendididikan di tanah air ini, membuat tidak banyak yang bisa dilakukan. Seusai sekolah terkadang harus memanggul beban karung kedelai dipundak ditengah kerumunan dan sesaknya pasar dan tentunya masih berseragam sekolah. Kemudian membantu ibu merebus dan mengolahnya. Waktu yang dirasakan terasa sempit sekali untuk belajar, tetapi yang terpenting  perjuangan tetap berlanjut. Disela-sela waktu luang digunakan untuk belajar berorganisasi lewat Organisasi Siswa Intera Sekolah (OSIS) dan kegiatan ekstra kulikulir seperti : Forum Remaja Masjid (FOREMA), Teater Asma SMU N 1 Majenang, dan Pramuka. Di bidang akademis hasil yang diperoleh di SMA N 1 Majenang biasa-biasa saja (Insya Allah di atas rata-rata siswa).
Tahun 2002 lulus dari SMU N 1 Majenang dan belum dapat melanjutkan kuliah. Waktu itu timbul rasa iri yang mendalam terhadap teman-teman yang dapat melanjutkan kuliah. Apalagi sebagian besar kelas 3 IPA 2 hampir 80 % melanjutkan kuliah. Tekad dalam hati meyakinkan tahun depan harus sekolah lagi, apapun harus dikerjakan yang terpenting mendapatkan biaya untuk kuliah yang terpenting halal dan berkah. Tiga bulan pertama membuat bata merah, 7 bulan menjadi kuli bangunan bersama ayah tercinta dan tak lupa setiap pagi tetap mengantar tempe ke langganan warung-warung di dusun.


Aktivitas dan pengalaman : 
  • Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor, Staf Pelayanan Teknis
  • Agribisnis, General Soedirman University, Purwokerto 2006
  • Teknik Industri Pertanian Universitas Djuanda, Ciawi Bogor 2010.
  • Gibran Rental & Copy Center di Jn. GTSI Dukuh Waluh (dekat Kamput Universitas Muhammadiyah Purwokerto).
  • Sales Executive PT. Anugrah Lumas Sentosa Semarang
  • Consutant of www.ghaliafarmindo.com,"Herbal spices, essential oils and agribusness products"
  • Tim Ahli  CV. Cakra kujang mandiri, Bogor 2012- hingga sekarang
  • Consultan pemasaran depoatk.com
  • Tenaga ahli kelompok tani "Mugi Berkah pertanian organik" Cigombong Bogor
  • Blogging, belajar pemograman, web base dan program-program improvement  skill lainnya
  • Belajar memimpin Keluarga, mengasuh dan mendidik anak tercinta Muhammad Ghalia Sujana Putra , Ratna Syauqina Sujana Putri dan Istri tercinta Siti Maskanah